Monday, December 16, 2013

Serat Goni sebagai bahan dasar dari Karung Goni


Serat Goni


Serat Goni dibuat dari serat kulit pohon goni. Serat goni tidak digunakan untuk bahan pakaian dikarenakan seratnya yang cenderung kasar. Biasanya serat ini digunakan untuk keperluan pabrik dan tekstil, bisa juga untuk kerajinan tangan.

Sifat-sifat dari Serat Goni adalah sebagai berikut: 1. Serat goni tidak kuat, tidak tahan udara lembab dan cahaya matahari. 2. Serat goni tidak rata, berdebu, dan kaku. 3. Panjang serat goni 3–4 m terdiri atas serat tunggal sangat pendek 1–5 mm yang direkat oleh perekat tumbuh-tumbuhan.

Kegunaan serat goni yaitu:
Untuk kain kasur, kain kursi, dan tirai.
Tenunan dasar pada permadani atau linoleum.
Karung goni untuk kualitas goni yang buruk.

Lihat juga ini

Sunday, December 8, 2013

Pabrik Karung Goni

Salah satu hasil pabrik karung goni

Pada mulanya Pabrik Karung Goni Rosella Baru yang berlokasi di Surabaya merupakan salah satu unit PTP XVII yang kemudian dilikuidasi dan diambil alih PTP XXIV-XXV pada tahun 1992.  

Awalnya pabrik karung goni ini hanya memproduksi karung goni berbahan baku serat rosella tersebut yang kemudian diubah menjadi pabrik karung plastik berbahan baku bijih plastik. 

Sejak Oktober 2009, Kepala Pabrik Karung Goni Rosella Baru dijabat oleh Irwan Ismono.  Lahir di Bandung tahun 1957, mendapatkan pendidikan S-1 Tektik Tekstil dari Institut Teknologi Tekstil Bandung. Pendidikan tambahan antara lain Kursus Manajemen Perkebunan dari Lembaga Pendidikan Perkebunan.



Wednesday, December 4, 2013

Kerajinan Unik dari Bahan Karung Goni


Bahan Karung Goni

Tiga warga Jalan Bukit Jarian Ciumbuleuit mengembangkan kerajinan yang berbahan dasar karung goni. Mereka adalah Hadi Rahmat, Koko dan Yudha.

Tidak disangka-sangka, Bahan 
Karung Goni biasa digunakan sebagai pembungkus beras atau kopi ini mampu disulap jadi kerajinan yang sarat akan nilai seni. Lembar demi lembar benangnya dijalin membentuk kreasi-kreasi tertentu sehingga menghasilkan karya yang unik.

Di bawah binaan Murti Tunggal Art of Living, tahun 2008 Koko mencetuskan sebuah ide untuk menciptakan galeri yang dinamakan Goni Craft yang menggunakan rumah dari Hadi Rahmat. Tapi akses untuk sampai ke galeri ini ternyata tidak mudah, karena berada di pemukiman penduduk kawasan Jalan Bukit Jarian 4 No 61/165 D.

Dalam menciptakan kreasinya, mereka lebih memilih tema-tema sosial yang bertujuan untuk memperlihatkan sebuah realitas yang sudah langka ditemui di kehidupan masyarakat modern. Dengan modal bahan karung goni, kawat, lem, dan tentu saja sentuhan seni, mereka membuat miniatur mobil mercy, motor Harley Davidson, sepeda, boneka, kap lampu atau patung yang juga berfungsi sebagai tempat ballpoint, dan lain-lain.

Rahmat berharap, kerajinan ini bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak digunakan selain dengan Bahan Karung Goni. Selain ramah lingkungan, bisa dinikmati sebagai seni yang sekaligus memiliki fungsi.

Harga satu objek pun berbeda-beda, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Berkisar antara Rp 50 ribu sampai harga jutaan rupiah.

Sumber


Monday, December 2, 2013

Tas Karung Goni Ramah Lingkungan


Karung Goni

PT. Hero Supermarket pernah menggandeng perancang busana terkenal Adjie Notonegoro untuk merancang aksesori tas ramah lingkungan. Dengan memberi sentuhan fesyen, tas Karung Goni hasil rancangannya menjadi menarik serta meninggalkan kesan kuno yang selama ini identik dengan tas berbahan karung goni lainnya. 

Satu-satunya green bag dari Karung Goni yang didesain oleh desainer professional ini diberi nama "Green Bag Hero". Green Bag Hero diluncurkan di acara media gathering di Hero Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Rabu (28/10/09) malam. Namun berdasarkan pengamatan penulis sendiri, sepertinya produk ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat luas. 

Alasannya bisa karena kesadaran masyarakat yang kurang terhadap kampanye Go Green yang digagas oleh PT. Hero Supermarket. Hal itu berpengaruh terhadap harga yang dibanderol, karena bisa dibilang cukup mahal untuk sebuah tas belanja dari Karung Goni (meskipun dirancang oleh perancang busana terkenal). 


 

Sunday, December 1, 2013

Harga Karung Goni

Harga Karung Goni

Jual karung goni untuk berbagai kebutuhan rumah tanggan maupun untuk produksi maupun kreasi kerajinan tangan dengan Harga Karung Goni yang bervariasi.

Harga Karung Goni yang kami tawarkan Rp. 13.000/yard.

Silakan menghubungi kami untuk info produk, ketersediaan produk, dan Harga Karung goni lebih lanjut.

Lihat juga ini



Saturday, November 30, 2013

Kreasi Tas Karung Goni


Bahan Mentah Sebelum Diolah Menjadi Tas Karung Goni

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar karung goni? Oleh orang-orang, biasanya barang ini akan langsung disingkirkan (dibuang) karena dianggap sudah tidak terpakai lagi. Namun pernahkah terpikir bahwa barang yang tak bernilai harganya itu sebenarnya bisa disulap menjadi beragam barang bernilai jual tinggi seperti sandal karung goni, sepatu, Tas Karung Goni, tutup saji, lampu hias, bahkan taplak meja?
Rahmawati adalah sosok di balik ide menciptakan barang-barang bernilai seni tersebut. Perempuan yang mengawali bisnis ini sejak taun 2010  ini mengaku sudah belajar dan membuat beberapa barang dari karung goni sejak duduk di bangku SMA sekitar 1989 lalu. Hanya saja saat itu Cicim, sapaan akrabnya, hanya menjual ke teman-teman sekolah.
Ia mengisahkan, sudah menjadi kebiasaanya sejak dulu untuk membuat ikat pinggang dari Tas Karung Goni. Dan di setiap ajang pameran yang ia ikuti, wanita 40 tahun ini selalu membawa hampir semua item produk yang dibuatnya.
Ketertarikan kembali Cicim terhadap bahan karung goni muncul ketika sekitar pertengahan tahun 2010, ketika ia merasakan ada yang kurang lengkap dengan koleksi barang kerajinan yang ia jual sejak 4 tahun lalu. Saat itu ia hanya menjual produk tas berbahan rotan produksi saudaranya. “Di saat saya berpikir harus ada barang kreasi lain yang dijual, saya langsung teringat kebiasaan membuat tas atau ikat pinggang dari karung goni dulu,” papar ibu tiga putra ini.
Baginya apa saja bisa dibuat dengan bahan atau gabungan bahan karung goni. Ia memberi contoh produk sandal jepit biasa, namun ia bungkus dengan karung goni yang telah dikreasikan dengan diberi aksesori untuk pemanis, produk itu kini laku di pasar.
“Tahap awal saya bawa beberapa produk ke outlet di Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya. Tanpa diduga, berapapun barang yang saya bawa laku terjual. Terutama model sandal sepatu seperti produk Croch,” ucap Cicim, yang menyebut harga sandal model itu kisaran Rp 150.000 per buahnya.
Bahkan saat menggelar pameran di Surabaya beberapa waktu lalu, cicim mendapat pesanan hingga ratusan piece tas laptop dari DPRD Jatim. Dan pengalaman itu menumbuhkan rasa optimis dalam hati cicim bahwa produknya diminati. Sejak itu, dia tak pernah melewatkan event pameran. Harga jual yang terjangkau serta keunikan produk menjadi salah satu alasan ketertarikan konsumen. Ia menyebut lampu hias misalnya, dihargai Rp 120.000-150.000 per piece, tas karung goni Rp 35.000, sedang tas laptop kisaran Rp 150.000 per piece.
Untuk penjualan rutin di outletnya, Cicim hanya dibantu oleh tiga karyawannya. Namun ketika ada pesanan, ia harus menambah jumlah pekerja hingga 10-12 orang. Ke depan, cicim akan tetap konsisten mempertahankan produk berbahan karung goni, namun dengan sentuhan yang berbeda. Ia yakin, produk itu memiliki segmen pasar tersendiri dan akan terus diminati hingga menjadi sesuatu yang sangat potensial untuk ditekuni.




Thursday, November 28, 2013

Sulap Karung Goni Jadi Kerajinan


Karung Goni Mentah



Tumpukan Karung Goni bekas di jalan bagi kita mungkin tidak penting. Tapi tentu anda tidak menyangka kalau barang itu bisa disulap menjadi aksesori yang cantik.

Inilah bisnis yang diawali oleh Saung Flow Art pada tahun 1992, mereka membuat karyanya dari Karung Goni.

"Lalu ada teman yang ikut gabung, dan menyarankan untuk membuat karya dari biji-bijian," ujar Heri salah satu perajin di Saung Flow Art, kepada detikbandung.

Mulai dari situ lah Saung Flow Art yang terdiri dari enam orang perajin ini bereksporasi sampah dan limbah untuk dibuat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Selain memanfaatkan Karung Goni, mereka juga memanfaatkan limbah tulang, kayu dan limbah bambu.

 Sumber